bbri sang jago … 011210

Saham Unggulan Antisipasi Window Dressing
Headline
inilah.com
Oleh: Asteria
Pasar Modal – Rabu, 1 Desember 2010 | 07:01 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Bursa saham Indonesia Rabu (1/12) diperkirakan berpeluang berbalik arah dan menguat. Saham unggulan masih menarik untuk antisipasi Window Dressing dan January Effect.

Seorang analis dari sekuritas asing memprediksi, indeks saham gabungan hari ini masih berpotensi rebound. Koreksi yang terjadi pada perdagangan kemarin dinilai masih wajar dan hanya dipicu faktor teknikal.

posting gw yang counter-argument terhadap pernyataan di atas: GW SIAP TERKAM

… baca posting gw yang counter-argument terhadap pernyataan di atas: GW SIAP TERKAM

Pasalnya, sejak level tertinggi yang pernah tercapai pada November lalu di kisaran 3.700, IHSG baru mengalami koreksi 7%. “Investor bisa mulai khawatir kalau indeks terkoreksi lebih dari 10%, karena ini mengkonfirmasi tren penurunan lebih lanjut,” ujarnya kepada INILAH.COM.

Obligasi utang Eropa, rencana China menaikkan suku bunga dan masalah geopolitik di semenanjung Korea, memang masih memicu kekhawatiran pasar. Namun, kendati faktor eksternal masih negatif, pemburukan belum akan mengarah ke situasi crash.

Senada dengan pengamat pasar modal Irwan Ibrahim, yang mengatakan bahwa koreksi bursa pada perdagangan kemarin tidak perlu dikhawatirkan. Suku bunga domestik yang rendah, masih akan memikat dana asing untuk masuk ke pasar Indonesia, “IHSG hari ini berpeluang menuju level resistan di 3.650,” katanya dihubungi terpisah.

Menurutnya, pasar saat ini masih mengantisipasi aksi pemolesan kinerja keuangan (Window Dressing), yang akan dilakukan karena ada kepentingan fund manager, asuransi dan reksa dana untuk memperbaiki portfolio mereka di akhir tahun.

Irwan pun menyarankan investor untuk mengakumulasi saham-saham unggulan. “Karena emiten-emiten ini akan jadi alat untuk menaikkan portofolionya, untuk antisipasiWindow Dressing dan January Effect,” ujarnya.

Beberapa saham pilihannya adalah Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dan Astra International (ASII). “Sedangkan saham sektor perbankan jagoannya adalah Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Central Asia (BBCA),” tutupnya.

Pada perdagangan Selasa (30/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 99 poin (2,7%) ke level 3.531,6340 Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat sebesar 19,654 miliar lembar saham, senilai Rp 10,132 triliun dan frekuensi 146.116 kali.

Sebanyak 65 saham naik, 187 saham turun dan 55 saham stagnan. Koreksi bursa didukung aksi jual asing yang mencatatkan nilai transaksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp470 miliar. Dimana transaksi jual mencapai Rp4,896 triliun dan transaksi beli mencapai Rp4,426 triliun. [nat/mdr]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s