bbri kasi tabek tukh … 291110

PT Jamsostek (Persero) saat ini sedang berpikir ulang mengenai rencananya untuk mengakuisisi PT Bank Bukopin Tbk karena kondisi dinilai sudah berbeda dengan hasil kajian sebelunya.

Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan, hasil kajian Jamsostek pada 3 bulan yang lalu dianggap sudah tidak sesuai dengan kondisi pada saat ini.

“Kajian sebelumnya kan 3 bulan lalu, jadi sudah lain kondisinya, sehingga perlu kita update,” tutur Hotbonar kepada detikFinance, Senin (29/11/2010).

Dikatakan Hotbonar dibandingkan dengan 3 bulan yang lalu, dari segi harga ada perubahan. Ini mungkin yang menjadi alasan Jamsostek berpikir ulang untuk mengakuisisi Bukopin.

“Dari sisi pricing (harga) pasti ada perubahan, namun belum tahu,” ujarnya.

Sebelumnya Jamsostek dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) ‘rebutan’ untuk membeli saham Bank Bukopin. Namun Menteri BUMN Mustafa Abubakar lebih memilih BRI yang mencaplok saham Bank Bukopin.

Namun belakangan, ternyata pihak Bukopin menolak untuk diakuisisi oleh BRI. Jamsostek awalnya telah menyiapkan dana Rp 700-900 miliar untuk menyerap 20-30% dari penerbitan saham baru atau rights issue Bukopin.

Sebagai catatan, sebesar 42,71% saham di Bank Bukopin dimiliki oleh Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo). Sebanyak 6,7% dimiliki Koperasi Perkayuan Apkindo (Kopkapindo), Yabinstra Bulog 12,19%, publik 20,99%, dan pemerintah RI 17,23%.

Sumber: detikcom
Jamsostek Mantap Masuk, Bidik Saham Bukopin
Headline
inilah.com
Oleh:
Pasar Modal – Jumat, 26 November 2010 | 08:33 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Semakin mantapnya rencana Jamsostek untuk masuk ke PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) siap mengangkat saham Perseroan dalam waktu dekat.

Dikabarkan Bank Bukopin telah membatalkan rencana rights issuenya karena Menteri BUMN meminta Jamsostek masuk melalui pembelian subdebt sebesar Rp1 triliun. Langkah ini diperkirakan akan dilakukan pada 2 Desember 2010.

Berita ini sudah terdengar di kalangan pelaku pasar yang sudah siap untuk mengakumulasi saham tersebut dan menggiringnya hingga ke level Rp760.

Pada perdagangan kemarin, saham BBKP ditutup menguat 10 poin ke Rp650. [cms]
Bisnis
Korporat
Industri
Finansial
Market Data
Siapa Akuisisi Bukopin, BRI atau Jamsostek?
Kementerian memberikan kesempatan kedua BUMN tersebut selama 2-3 bulan untuk berpikir.
Jum’at, 26 November 2010, 17:09 WIB
Arinto Tri Wibowo, Syahid Latif

VIVAnews – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan tenggat waktu 2-3 bulan kepada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dan PT Jamsostek untuk mengkaji secara matang rencana akuisisi saham PT Bank Bukopin Tbk.

“Tadi pukul 09.00 WIB, BRI dan Jamsostek sudah bertemu. Mereka masih diberi kesempatan untuk berpikir dalam-dalam mengenai hal ini,” kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar melalui hubungan telepon dengan wartawan di Jakarta, Jumat, 26 November 2010.

Menurut Mustafa, dirinya memberikan kesempatan kepada kedua BUMN tersebut untuk memperdalam pertimbangan mereka dalam rencana menjalin mitra dengan Bukopin.

Kementerian BUMN menegaskan pihaknya belum akan memutuskan siapa yang akan maju sebagai mitra Bukopin. “Tugas saya untuk mempertemukan mereka sudah dilaksanakan. Tadi itu pertemuan yang baik sekali,” katanya.

Meski memberikan batas waktu paling lama tiga bulan, Mustafa berharap keputusan kedua BUMN itu bisa lebih cepat, atau sekitar 1-2 bulan ke depan. Pada awal 2011, dirinya berharap sudah bisa diketahui siapa mitra Bukopin.

“Pada waktunya nanti, jika diperlukan, Kementerian BUMN akan hadir sebagai pengambil keputusan,” katanya. (hs)
• VIVAnews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s