rupiah yang dicemburui … 261110

Rupiah jangan terlalu kuat’
OLEH BAMBANG P.JATMIKO & BERLIANA ELISABETH S.

Bisnis Indonesia

Importir cenderung lebih diuntungkan
JAKARTA: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ideal berada di level Rp9.000Rp9.500. Jika terlalu kuat, dikhawatirkan akan menurunkan tingkat kemampuan kompetisi pelaku usaha dalam negeri. Ekonom Universitas Gadjah Mada Sri Adiningsih mengatakan seharusnya otoritas moneter bisa mempertahankan nilai rupiah terhadap dolar AS di level tersebut, sehingga eksportir nasional bisa lebih kompetitif.

“Jika melihat China dengan cadangan devisa yang tembus US$2,5 triliun, Indonesia sepatutnya bisa mencontoh. Negara tersebut tetap membiarkan mata uangnya lemah terhadap dolar AS sehingga pelaku usaha dalam negeri China menjadi lebih kompetitif saat masuk ke pasar ekspor,“ ujarnya di Komisi VI DPR, kemarin.

Penguatan rupiah dalam konteks ekspor tidak menguntungkan bagi eksportir saat menjual produknya. Namun, penguatan rupiah itu menguntungkan bagi importir ketika membayar pinjaman dalam mata uang asing dengan memanfaatkan momentum saat ini.

Wakil menteri Perdagangan Mahendra Siregar beberapa waktu lalu mengatakan pemerintah melakukan pengawasan pergerakan kurs agar tidak bergolak dan menimbulkan ketidakpastian.

Selama ada dalam batas yang bisa ditoleransi seperti sekarang, dia mengimbau agar pelaku usaha memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan investasi baru seperti pembelian mesin atau mengimpor bahan baku.

Rupiah menguat seiring menanjaknya indeks harga saham gabungan (IHSG) yang kembali ke level 3.700-an bersamaan dengan peningkatan indeks saham regional. Namun, masih terbuka potensi pelemahan ke level Rp9.000 per dolar AS.

Kecemasan investor terhadap konflik perang saudara di semenanjung Korea mulai mereda, dan ini terlihat dari mulai menanjaknya harga saham di bursa regional Asia untuk pertama kali dalam 3 hari terakhir. Head of Research Bank Negara Indonesia Nurul Eti Nurbaeti mengatakan aksi beli menjelang penutupan bursa domestik mampu mengangkat IHSG hingga kembali ke level 3.700-an, sehingga mendongkrak pergerakan rupiah.

Rupiah pada penutupan perdagangan kemarin menguat 0,1% menjadi Rp8.958 per dolar AS menurut data bank Indonesia. Indeks harga saham gabungan (IHSG) juga naik 1,18% menjadi 3.702.

Kenaikan indeks saham domestik dan rupiah seiring dengan menanjaknya harga saham di bursa regional untuk pertama kali dalam tiga hari terakhir setelah keluarnya laporan data tenaga kerja dan sentimen konsumen AS yang tercatat naik.
Data AS itu menambah keyakinan investor akan pemulihan ekonomi global.

Indeks saham MSCI Asia Pasific naik 0,2% menjadi 130,68.
Indeks saham Nikkei Jepang naik 0,5%, Shanghai China naik 1,34%, Hang Seng Hong Kong positif 0,13%, Strait Times Singapura naik 0,77%, dan Kospi Korsel naik 0,09%.
Faktor global Rupiah sudah terpangkas 0,5% pada bulan ini dipicu oleh jual bersih investor asing di pasar modal Indonesia senilai US$46 juta.

“Rupiah bergerak dengan kecenderungan konsolidasi. Sinyalemen Bank Indonesia yang akan menggiring rupiah ke level Rp9.000 semakin terbuka lebar,“ tutur Nurul.

Head of Treasury Bank OCBC NISP, Suriyanto Chang, mengatakan rupiah terlihat masih cenderung melemah karena faktor global yakni krisis utang Eropa.

“Kemungkinan untuk kembali ke level Rp9.000 masih terbuka, tetapi diperkirakan minat investor asing untuk menjual dolar AS juga cukup besar di level tersebut,“ katanya.(bambang.jatmiko@bisnis.co.id/berliana.elisabeth@bisnis.co.id)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s