bbri ngebalap BI … :P : 241110

Dua Bank Minta Dipinang BRI
“Jika Bukopin tak menginginkan dibeli oleh BRI, kami tidak akan memaksa.”
Rabu, 24 November 2010, 15:32 WIB
Antique, Syahid Latif
Suasana kantor BRI (pkss.co.id)

VIVAnews – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengaku telah menerima dua tawaran pinangan dari bank ukuran kecil.

“Satu dua bank menawarkan, lihat potensinya mungkin tidak. Memang keduanya kecil-kecil,” kata Direktur Utama BRI, Sofyan Basir, usai Konferensi Pers Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Gedung BRI, Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu 24 November 2010.

Namun sampai saat ini, tawaran akuisisi dari bank-bank tersebut masih sebatas kajian dan wacana. Mengenai rencana pembelian PT Bank Bukopin, dia menjelaskan bahwa BRI tidak hanya fokus pada bank tersebut. Hingga kini, lanjut Sofyan, juga belum ada kepastian apakah Bukopin menolak diakuisisi BRI.

Walau banyak tawaran dari bank-bank kecil, BRI tetap terbuka terhadap kemungkinan adanya tawaran dari bank kelas menengah. Namun, jika dihadapkan pada dua pilihan, BRI menilai akuisisi jauh lebih menarik dibandingkan merger (digabungkan)

“Jelas sekali kebijakan Bank Indonesia tentang Single Present Policy. Jelas, hanya dua bank. Kalau (bisa) gabung, ya kita gabungkan,” ujar Sofyan.

Perihal rencana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memanggil BRI dan PT Jamsostek (Persero) guna membahas pengambialihan saham Bukopin, Sofyan menilai hal itu seharusnya tidak perlu dibahas.

“Jika Bukopin tak menginginkan dibeli oleh BRI, kami tidak akan memaksa dan masalah dianggap selesai. Kalau yang jual tidak mau, yang beli kan tidak bisa membeli. Simpel (saja). Ini jual-beli,” ujar Sofyan.

Dia menuturkan, manajemen sampai kini masih berpegang pada prinsip bahwa jika akan melakukan akuisisi, BRI harus berada pada posisi pemegang saham mayoritas. Dengan begitu, perusahaan akan lebih bisa bertanggung jawab dalam pengembangan usaha jangka panjang.

Sebagai catatan, BRI pernah menyatakan telah menyiapkan anggaran untuk kegiatan akuisisi hingga Rp2 triliun. Dengan selesainya akuisisi PT Bank Agroniaga Tbk, dana akuisisi yang sudah dipakai hingga saat ini baru mencapai Rp330 miliar.
• VIVAnews
 

Rabu, 24 November 2010 | 11:47 oleh Barratut Taqiyyah kontan
SAHAM BBRI
Berita akuisisi bank kecil bikin saham BBRI melorot

JAKARTA. PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) ingin melakukan ekspansi tahun depan. Yakni dengan mengakuisisi saham mayoritas sejumlah bank kecil. Hal itu diungkapkan oleh Presiden Direktur Sofyan Basir kepada Bloomberg. “Bank yang diakuisisi tersebut kemungkinan akan dimerger ke dalam BRI,” katanya.

Pada transaksi hari ini, saham BBRI mengalami penurunan tajam. Saham bank pelat merah ini sempat menyentuh posisi Rp 11.200 atau anjlok 3,4%. Pada pukul 11.40, saham BBRI turun 1,72% menjadi Rp 11.400.

Pemegang saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) merestui akuisisi 3.030.239.023 lembar saham PT Bank Agroniaga Tbk (AGRO) atau setara 88,65% dari total saham AGRO di harga Rp 109 per lembar. Dana yang harus dikeluarkan bank pelat merah itu sebanyak Rp 330 miliar.

Demikian disampaikan Direktur Keaungan dan Internasional BRI, Achmad Baiquni, di Kantornya Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (24/11/2010).

Pemegang saham yang hadir sebanyak 83,77% setuju mengakuisisi Bank Agroniaga di harga Rp 109 per saham. Dengan demikian BRI akan menjadi pemilik mayoritas baru atas PT Bank Agroniaga Tbk dengan kepemilikan mayoritas mencapai 88,65%. BRI akan membeli 3.030.239.023 lembar saham Bank Agro dari pemilik sebelumnya yaitu Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun).

Akusisi saham Bank Agro yang dilakukan Bank BRI, dalam rangka program pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah, utama di sektor agribisnis dari BUMN perbankan ini. Selain itu, aksi ini dimaksudkan untuk mempertajam bisnis BRI, dengan konsep membangun sinergi yang memperhatikan kepentingan nasahan penyimpan dana Bank Agro.

Dengan pelaksanaan meger ini, BBRI akan jadi pemilik mayoritas baru atas saham Bank Agro dengan porsi mencapai sekurang-kurangnya 76%. Sisanya dimiliki Dapenbun 14% dan publik 10%.

Usai pelaksanaan akusisi, total modal ditempatkan dan disetor penuh di Bank Agro menjadi 3.418.205.328 lembar, dengan nilai nominal mencapai Rp 341.820.532.800. Di mana porsi publik 111.621.926 lembar (3,37%) atau senilai Rp 11.162.192.600.

Sumber: detikcom
Keinginan Bank Rakyat Indonesia (BRI) memproses izin akuisisi Bank Agroniaga ke Bank Indonesia (BI) awal Desember mendatang, tampaknya sulit terwujud. Soalnya, mendekati akhir November, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) belum juga merampungkan pemeriksaan awal. Pemeriksaan ini berkaitan dengan terjadinya monopoli akibat akuisisi tersebut. Hasil pemeriksaan ini penting karena dapat mempengaruhi rangkaian proses selanjutnya.

Menurut rencana, BRI mendapatkan hasil pemeriksaan awal itu pada pertengahan November lalu. Alasannya, bank pelat merah ini memasukkan permohonan ke KPPU pada 13 Oktober 2010. Mengacu pada aturan KPPU, proses pengkajian sudah selesai selambat-lambatnya 30 hari sejak mengajukan permohonan.

http://keuangan.kontan.co.id/v2/read/keuangan/53064/Pemeriksaan-KPPU-belum-tuntas-BRI-dan-Agro-tetap-gelar-RUPSLB

Sumber : KONTAN.CO.ID

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s