dolar DILEMAHKAN, eksportir gigit lidah … 191110

Dolar AS diproyeksi terlemah di dunia
OLEH DEWI ASTUTI Bisnis Indonesia

Article Rank

0diggsdigg

JAKARTA: Dolar AS diproyeksikan menjadi mata uang terlemah di dunia pada 2011 akibat imbas lanjutan quantitative easing Federal Reserve. Pemanfaatan mata uang Negeri Paman Sam ini dalam perdagangan global juga telah mengalami kemerosotan dalam 5 tahun terakhir.

Tohru Sasaki, Kepala Penelitian Valuta Asing JPMorgan & Chase Co, memperkirakan nilai tukar per dolar AS akan jatuh hingga di bawah 75 yen pada tahun depan.
Bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) bersama bank sentral Jepang dan Eropa diperkirakan mempertahankan suku bunga di level terendah pada 2011 guna mendorong pertumbuhan ekonomi.

Pada 3 November, Federal Open Market Committee (FOMC) atau komite pasar terbuka The Fed mengumumkan rencana pembelian surat utang pemerintah sebanyak US$600 miliar hingga akhir Juni, yang disebut quantitative easing tahap II.

Sasaki justru menduga akan ada pembelian obligasi lebih banyak, bergantung pada inflasi dan situasi lapangan kerja.

“AS memiliki defisit neraca transaksi berjalan terbesar di dunia tetapi suku bunga mendekati 0%. Dolar tidak bisa menghindari statusnya sebagai mata uang terlemah di dunia,“ tuturnya seperti dikutip Bloomberg, kemarin.

The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 0%-0,25% sejak Desember 2008. Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) pada 5 Oktober juga memangkas suku bunga ke kisaran 0%-0,1%.

Dolar AS diperdagangkan di level 83,38 yen pada pukul 12:04 kemarin di Tokyo setelah menurun hingga ke posisi terlemah dalam 15 tahun yaitu 80,22 pada 1 November. Dolar merosot ke rekor terendah pasca-Perang Dunia II pada April 1995 di posisi 79,75 yen. Dolar AS juga telah melemah terhadap 12 dari 16 mata uang yang paling banyak diperdagangkan sepanjang tahun ini.
Ekonomi tumbuh 3% Di tengah kian derasnya likuiditas yang dipompakan sejumlah bank sentral, Sasaki memperkirakan perekonomian dunia akan tumbuh 3% pada tahun depan, lebih rendah dari proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) 4,2%.

IMF, dalam laporan yang dipublikasikan di situs resminya, memangkas bobot dolar AS terhadap Special Drawing Rights (SDR, mata uang IMF yang juga dipakai dalam cadangan devisa global) menjadi 41,9% dari sebelumnya 44% pada 2005.

Bobot suatu mata uang terhadap SDR merefleksikan porsi pemanfaatan mata uang tersebut dalam perdagangan dunia. Sementara itu, bobot yen juga turun dari 11% menjadi 9,4%, sedangkan euro naik dari 34% menjadi 37,4%.
Meski berkurang porsinya, dolar AS bersama yen, pound sterling dan euro tetap diputuskan untuk menjadi bagian dari keranjang SDR guna menjadi patokan nilai mata uang IMF itu. Ukuran mata uang mereka dinilai terus merefleksikan nilai cadangan devisa global dalam mata uang masingmasing serta nilai ekspor negara asal mata uang tersebut.

Sebaliknya, yuan tidak masuk dalam keranjang SDR. “Meskipun China telah menjadi eksportir barang dan jasa terbesar ketiga di dunia berdasarkan basis rata-rata 5 tahunan dan telah mengambil sejumlah langkah memfasilitasi pemanfaatannya secara internasional, yuan belum memenuhi kriteria mata uang yang dipakai secara bebas, dan oleh karena itu tidak masuk ke basket SDR,“ tulis IMF.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s