bbri SIAP intai YANG LEBE KINCLONk … 191110

Jamsostek siap akuisisi 20% saham Bukopin
BISNIS INDONESIA
JAKARTA

Direktur Utama PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Hotbonar Sinaga mendengarkan pertanyaan dalam sebuah kesempatan di Jakarta, belum lama ini. Jamsostek kembali menyatakan minatnya untuk mengakuisisi 20% saham PT Bank Bukopin Tbk. PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja kembali menyatakan minatnya untuk mengakuisisi 20% saham PT Bank Bukopin Tbk.

Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan pihaknya telah membicarakan rencana tersebut dengan Bank Bukopin.

Sejauh ini, jelasnya, pemegang saham Bank Bukopin telah memberikan respons positif atas rencana tersebut.

“Kami masih menunggu izin dari Menteri BUMN selaku pemegang saham perusahaan. Keputusannya nanti bagaimana kami ikut saja,“ katanya kemarin.

Namun, tuturnya, Jamsostek masih menunggu keputusan resmi dari pemegang saham Bank Bukopin sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.

Selama ini, katanya, pihaknya masih sebatas mempresentasikan rencana tersebut secara lisan dan belum mendapat keputusan resmi dari pemegang saham Bank Bukopin.

“Kami tunggu keputusan pemegang saham Bank Bukopin yang resmi supaya langkah kami sesuai dengan prosedur.
Tapi sejauh ini kami telah menyusun rencana tersebut dengan Bulog [pemegang saham Bank Bukopin],“ ujarnya.

Per 31 Agustus 2010, Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) tercatat sebagai pemegang saham Bukopin sebesar 42,71%, Koperasi Perkayuan Apkindo (Kopkapindo) sebesar 6,7%, Pemerintah RI sebesar 17,23%, serta Yayasan Bina Kesejahteraan Warga Bulog (Yanatera Bulog) sebesar 12,19% serta publik 20,99%.

Semula, PT Bank Rak yat Indonesia Tbk dan Jamsostek bersaing membeli saham Bank Bukopin. Ke men terian BUMN juga menyatakan dukungan terhadap BRI un tuk mengakuisisi Bank Bukopin dan me minta Jamsostek untuk mundur. Namun, pemegang saham Bank Bukopin me nya ta kan penolakannya ter ha dap BRI.
KBUMN Tetap Ingin BRI Akuisisi Bukopin
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
Pasar Modal – Kamis, 18 November 2010 | 19:34 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Menteri BUMN Mustafa Abubakar masih bersikukuh untuk tidak memberikan ijin PT Jamsostek (Persero) dalam melakukan aksi akuisisi PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin).

“Saya kan mengatakan kalau Jamsostek sepanjang beli saham dari pasar, itu gak masalah. Tapi kalau Jamsostek membeli bank, itu yang saya tidak izinkan,” ujar Mustafa di gedung Bank Indonesia, Kamis (18/11).

Sebelumnya, Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengaku, pihaknya telah membicarakan rencana untuk mengambil alih saham Bukopin sebesar 20% dan tengah menunggu ijin Kementrian BUMN untuk melakukan aksi tersebut.

Sementara untuk PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) yang juga memiliki niat yang sama dengan Jamsostek, Mustafa malah lebih merestui apabila BRI bisa bergandengan dengan Bukopin. Saat ini saham mayoritas Bank Bukipin adalah koperasi Kopelindo dan yayasan. Namun mereka lebih memilih rights issue. “Kalau pemegang saham Bukopin ada kesepakatan dengan BRI, ya gak apa-apa. Saya sebagai pemegang saham minoritas di sana (17%) lebih senang kalau BRI bisa bersama-sama dengan Bukopin. Kita ikuti saja gimana bagusnya untuk Bukopin,” pungkasnya.

Koperasi Pegawai Bulog Seluruh Indonesia (Kopelindo) tercatat sebagai pemegang saham Bukopin sebesar 42,71%, Koperasi Perkayuan Apkindo (Kopkapindo) sebesar 6,7%, Pemerintah RI sebesar 17,23%, serta Yayasan Bina Kesejahteraan Warga Bulog (Yanatera Bulog) sebesar 12,19% serta publik 20,99%. [hid]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s