Rupiah, NYAMAN, lah … 181110

Rupiah diprediksi melemah
OLEH BERLIANA ELISABETH S.

Bisnis Indonesia

Dalam sepekan ini rupiah diprediksi melanjutkan fluktuasinya dengan tren melemah setelah dalam 4 hari ter akhir terkoreksi. (

Khawatir ekonomi China, indeks komoditas terpangkas JAKARTA: Dalam sepekan ini rupiah diprediksi melanjutkan fluktuasinya dengan tren melemah setelah dalam 4 hari terakhir terkoreksi.
Sementara harga komoditas terpangkas paling parah dalam 5 hari sejak Juli 2009, dipicu oleh kekhawatiran akan berkurangnya permintaan dari China.

Depresiasi rupiah terjadi seiring kekhawatiran terhadap pengawasan arus modal oleh bank sentral di Asia serta krisis utang di Irlandia yang akan menyebar luas ke kawasan Uni Eropa (UE).

“Pasar pada sepekan ini akan cukup fluktuatif karena dua isu sentral tersebut,“ kata Head of Treasury OCBC NISP, Suriyanto Chang kepada Bisnis, kemarin.

Dia menjelaskan rupiah masih berfluktuatif dengan kecenderungan melemah dan mendekati level 9.000, yakni di rentang 8.920 8.980 per dolar AS.

Pada perdagangan Selasa, rupiah kembali terdepresiasi untuk hari keempat seiring dengan koreksi di bursa saham regional yang dipicu kecemasan akan situasi utang di Eropa.

Head of Research Bank Negara Indonesia, Nurul Eti Nurbaeti, mengatakan pergerakan IHSG di Bursa Efek Indonesia masih variatif di tengah beragamnya kabar di pasar, baik domestik maupun regional.

Di samping itu, investor cenderung memilih untuk melakukan konsolidasi dan fluktuatifnya lidasi dan fluktuatifnya pergerakan IHSG. Hal ini membuat rupiah cenderung konsolidasi hingga bergerak melemah.

“Rupiah bergerak konsolidasi.
Tekanan atas rupiah berlanjut seiring dengan pengaruh melambatnya pertumbuhan ekonomi China,“ tutur Nurul.

Data Bank Indonesia menunjukkan rupiah pada penutupan perdagangan Selasa terdepresiasi 22 poin atau 0,2% menjadi Rp8.958 per dolar AS.

IHSG ditutup naik 0,44% menjadi 3.674,03 setelah sesaat sebelumnya masih terpangkas 0,25% menjadi 3.647,27. Mayoritas indeks saham di bursa regional ju ga terkoreksi, seperti indeks Shanghai minus 3,98%, Hang Seng terpangkas 1,39%, Nikkei minus 0,31% dan Straits Times minus 0,77%.

Mata uang tunggal kawasan Eropa terus tertekan di balik ke cemasan mengenai situasi utang Irlandia. Negara itu harus me nanggung yield tinggi atas surat utangnya. Pasar berekspektasi ke mungkinan negara itu di-bail out oleh UE semakin besar.

Analis Harumdana Berjangka, Nanang Wahyudin, mengatakan jika masalah Irlandia tidak segera tertangani, berpeluang besar me nyebar ke negara Eropa lainnya, di antaranya Portugal.
Komoditas terpangkas Sejumlah indeks komoditas seperti Thomson Reuters/CRB, indeks harga 19 komoditas dasar, terpangkas 3,2% atau minus 9,8 poin menjadi 296,22, level terendah sejak 22 Oktover 2010. Indeks UBS Bloomberg CMCI juga terpangkas 57,83 poin menjadi 1.434,13, indeks S&P GSCI minus 18,47 poin menjadi 565,66 serta indeks Rogers Intl minus 130,12 poin menjadi 3.455,38.

Nikel, gandum, dan aluminium terpangkas 6,6% hingga memimpin penurunan di indeks Reu ters/Jefferies CRB yang ter koreksi 3,2%. Penurunan ini melanjutkan koreksi se pekannya menjadi minus 7,2%, penurunan minggu an terbesar dalam 2 tahun.

Harga sejumlah komodi tas lainnya juga terkoreksi, seperti tembaga yang minus 4,9%, penurunan terbesar dalam 4 bulan, menjadi US$3.731 per pon di New York.

Koreksi harga komoditas ini dipicu oleh kekhawati ran atas perekonomian di . China.

Analis Valbury Asia Futu res, Rekhmen, mengatakan rilis data ekonomi China menunjuk kan peningkatan inflasi ke level tertinggi selama 25 tahun, se hingga mengarahkan pandangan pasar terhadap prospek kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Kondisi ini dikhawatirkan akan meredam permintaan China akan komoditas.

“Kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi negeri dengan konsumen komoditas terbesar dunia itu akan memicu reaksi di pasar komoditas, terlebih setelah laju kenaikan tajam beberapa waktu sebelumnya,“ ujarnya.

(berliana.elisabeth@bisnis.co.id)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s