bbri DIMERAPIken … 1611110

Senin, 15/11/2010 16:57 WIB
BI: 3.500 Debitur Bank Jadi Korban Merapi
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat sampai saat ini sebanyak 3.500 debitur bank telah diidentifikasi terkena musibah letusan Gunung Merapi di Yogyakarta. Jumlah nasabah tersebut masih di luar debitur yang dimiliki PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

“Kita sudah meminta tiga Kantor Bank Indonesia di Yogya, Solo, dan Semarang untuk mendata korban yang menjadi debitur bank. Sampai saat ini tercatat sebanyak 500 debitur bank umum dan 3.000 debitur bank perkreditan rakyat (BPR) di sekitar Merapi,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah ketika berbincang dengang detikFinance di Jakarta, Senin (15/11/2010).

Difi mengungkapkan, angka tersebut masih berupa angka sementara dan perkiraannya masih ada lagi debitur yang terkena musibah Merapi tersebut.

“Karena Bank BRI dan Bank BCA masih belum masuk datanya karena masih dalam identifikasi. Jumlahnya bisa lebih banyak lagi,” tuturnya.

Mengenai rencana restrukturisasi kredit tersebut Difi mengatakan, akan segera dilakukan ketika seluruh data telah terkumpul.

Bank sentral, lanjut Difi nantinya akan memberikan Surat Keputusan Bank Indonesia agar bank yang menyalurkan kreditnya sampai plafon kredit Rp 5 miliar kepada debitur yang menjadi korban bencana alam mendapatkan perlakuan khusus.

“Sesuai dengan PBI 8/15/2006 dan PBI 11/27/2009 yang intinya adalah memberikan perlakuan khusus terhadap kredit bank dengan jumlah tertentu dan kredit yang direstrukturisasi untuk kredit yang disalurkan di daerah bencana. Kredit yang direstrukturisasi akan ditetapkan lancar sejak dirsetrukturisasi hingga selama 3 tahun sejak terjadinya bencana,” ujar Difi.

Ia menjelaskan, BI lebih dahulu akan menentukan daerah-daerah tertentu yang terkena bencana alam yang nantinya akan ditetapkan kemudian dalam suatu Surat Keputusan Bank Indonesia, dengan memperhatikan aspek-aspek antara lain luas wilayah yang terkena bencana, jumlah korban jiwa, dan jumlah kerugian materiil.

(dru/dnl)

Selasa, 16/11/2010 07:50 WIB
Kerugian Perkebunan Salak Akibat Letusan Merapi Capai Rp 200 Miliar
Herdaru Purnomo – detikFinance

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat kerugian sektor pertanian akibat meletusnya Gunung Merapi mencapai Rp 247 miliar. Kerugian terbesar terdapat di sektor perkebunan salak yang mencapai Rp 200 miliar.

Demikian hasil analisis dan perkiraan sementara Bank Indonesia di daerah bencana Yogyakarta yang disampaikan Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia, Difi Ahmad Johansyah kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (16/11/2010).

“Dari sektor pertanian sub sektor tanaman holtikultura semusim, perkebunan salak, perikanan, dan peternakan terganggu dengan prakiraan total kerugian mencapai Rp 247 miliar terutama pada salak pondoh yang rugi Rp 200 miliar,” ujar Difi.

Akibat bencana tersebut, Difi juga mengungkapkan dari sebanyak 2.500 Unit Usaha Kecil Menengah (UMKM) yang terdapat di Sleman tepatnya daerah pusat bencana sekitar 900 UMKM lumpuh dari aktifitas.

“Terdapat sekitar 900 UMKM di Sleman dari 2500 UMKM untuk sementara berhenti total. Kebanyakan usahanya adalah peternakan, holtikultura dan kerajinan,” jelasnya.

BI juga mencatat harga-harga barang komoditas di Yogyakarta meroket terkait bencana alam Gunung Merapi. Salah satu harga komoditas yang melambung tinggi akibat bencana tersebut yakni bawang merah dimana mengalami kenaikan menjadi Rp 18.000 per kg.

“Adanya bencana di daerah Yogyakarta berdampak terhadap perekonomian terutama kenaikan harga-harga komoditas,” kata Difi.

Perkembangan tersebut dicatat per 14 November 2010. Ia juga memaparkan, korban meninggal akibat bencana Merapi menjadi 198 dengan rincian di Sleman 163 orang, Magelang 17 orang, Boyolali 3 orang, dan Klaten 15 orang.

(dru/qom)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s