Rupiah iya lah gagah, ngalah … 151110

Parah, Rupiah Ambruk ke Rp8.936 per USD
Senin, 15 November 2010 – 15:48 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Kelamnya sentimen global yang berasal dari gagal bayarnya Irlandia tampak mempengaruhi pasar keuangan hari ini. Rupiah pun tampak bergerak melemah hingga ke posisi Rp8.936 per USD.

Rupiah, pada awal pekan Senin (15/11/2010) berada di Rp8.936 per USD, melemah dibandingkan dengan akhir pekan lalu yang ada di Rp8.918 per USD.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih dalam risetnya menuturkan jika Irlandia kemungkinan gagal bayar. Jerman sebagai pemegang kendali dalam ekonomi Uni Eropa (UE) menyarankan Irlandia untuk segera mendapatkan bantuan sebelum pertemuan menteri-menteri keuangan UE pada 16 November mendatang.

Permintaan bantuan ini diharapkan dapat menenangkan volatilitas pasar. Namun demikian pihak Irlandia mengatakan belum ada pembicaraan mengenai bantuan dan pemerintah Irlandia juga belum memerlukan bantuan tersebut. Barclyas Capital memperkirakan Irlandia membutuhkan dana sebesar 80 miliar euro (USD110 miliar).

Defisit anggaran Irlandia diperkirakan mencapai 34 miliar euro atau sekira 32 persen dari PDB tahun 2010, jauh di atas laporan bank sentral Irlandia yang sebesar 18,7 persen dari PDB per akhir Agustus lalu, sedangkan debt to GDP ratio mencapai 64 persen.

Moody’s kemungkinan akan menurunkan peringkat utang Irlandia dari Aa1 menjadi Aa2 dengan outlook negatif. Penurunan peringkat ini membuat investor mulai khawatir dengan kondisi utang Irlandia yang kemungkinan gagal bayar.(wdi)
G20 Kelar, Rupiah Bisa Terkapar
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Senin, 15 November 2010 | 06:00 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (15/11) diprediksi melemah. Pasar masih akan mencerna kesimpulan pertemuan G20 di Korea Selatan.

Daru Wibisono, periset dan analis senior Monex Investindo Futures mengatakan, potensi tertekannya nilai tukar hari ini terutama karena pasar masih mencerna kesimpulan dari pertemuan G20 di Seoul Korea Selatan pekan lalu.

Pasar juga ingin memastikan, bagaimana akhir dari permintaan Presiden AS Barack Obama di G20 untuk tidak membantu pelonggaran di sektor perbankan. “Rupiah akan bergerak dalam kisaran 8.900-8.940,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta.

Di lain pihak, lanjut Daru, AS juga meminta dukungan G20 atas apresiasi yuan China. Itu juga, yang saat ini jadi topik pikiran AS-China. “Untuk Senin (15/11) ini, pasar masih menunggu hasil pertemuan G20 akhir pekan lalu,” ucapnya.

Pada saat yang sama, di China sendiri terdapat desas-desus, kenaikan suku bunga acuan sebesar 57 basis poin. “Sebab, inflasi Oktober China melonjak di tengah tingginya pertumbuhan ekonomi negara tirai bambu itu,” imbuhnya.

Inflasi China pada Oktober lalu, tercatat mencapai 4,4% dari bulan sebelumnya 3,6% dan dari ekspektasi 4%. “Tapi, ke depannya ini bisa memicu kekhawatiran terhadap pelemahan dolar AS. Tapi, ini masih ditunggu pasar,” paparnya.

Pasar juga, lanjut Daru, ingin memastikan penilain pasar atas krisis sovereign debt Irlandia. Irlandia dikabarkan akan mendapat bantuan dari Inggris. Kanselor Jerman Angela Merkel pun menyatakan kesiapannya untuk bantu Irlandia. “Pasar tinggal menunggu realisasinya,” tandas Daru.

Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Jumat (12/11) melemah tajam 27 poin (0,30%) jadi 8.922/8.927 per dolar AS. [hid]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s