bbri ditekan stock-split … 151110

IHSG Sesi Pertama Terkoreksi
Sesi II, Cermati Saham Batu Bara
Headline
inilah.com/Wirasatria
Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Senin, 15 November 2010 | 12:03 WIB

INILAH.COM, Jakarta Indeks saham gabungan siang ini terbakar aksi profit taking. Namun, pada sesi dua, masih ada peluang pada saham sektor tambang batu bara.

Pada sesi pertama perdagangan Senin (15/11), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 28,710 poin (0,78%) ke level 3637,14. Indeks saham unggulan LQ45 juga turun 5,5400 poin (0,59%) ke level 668.72.

Laju indeks siang ini mendapat dukungan dari besarnya volume transaksi yang tercatat mencapai 3,366 miliar lembar saham, senilai Rp2,185 triliun dan frekuensi 78.761 kali. Sebanyak 63 saham menguat, sedangkan 147 saham melemah dan 57 saham stagnan.

Koreksi bursa didukung aksi jual asing yang mencatatkan nilai transaksi jual (net foreign sell) sebesar Rp54 miliar. Rinciannya adalah transaksi jual sebesar Rp590 miliar dan transaksi beli mencapai Rp535 miliar.

Mayoritas sektor saham mendukung pelemahan indeks. Sektor perkebunan memimpin pelemahan 2,32%, disusul infrastruktur 1,07%, properti 0,88%, keuangan 0,79%, perdagangan 0,71%, konsumsi 0,34%, manufaktur 0,11% dan industri dasar 0,07%. Hanya dua sektor yang menguat, pertambangan 0,51% dan aneka industri 0,17%.

Yuganur Wijanarko, senior researcher HD Capital memperkirakan, pergerakan indeks saham domestik hingga penutupan sore nanti akan melemah terbatas. Indeks akan bergerak dalam kisaran support Rp3.620 dan resistance 3.660, katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (15/11).

Koreksi indeks hari ini dipicu faktor libur Idul Adha 1431 Hijriyah, pada Rabu (17/11) dan peelmahan bursa regional yang dipimpin koreksi bursa Dow Jones 0,80% akhir pekan lalu. Saya melihat profit taking di sektor perbankan terutama BBRI (PT Bank Rakyat Indonesia) dan telekomunikasi yaitu TLKM (PT Telkom), ujarnya.

Sektor perbankan, juga mendapat sentimen negatif dari aturan Bank Indonesia (BI) yang membatasi aliran dana asing masuk ke pasar domestik terutama di Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
Pada saat yang sama, BBRI tertekan terkait rencana stock split-nya. Sedangkan TLKM mendapat tekanan dari laporan keuangan 9 bulan 2010 yang angkanya di bawah ekspektasi pasar. Karena kapitalisasi market dua saham ini besar, IHSG jadi tertekan, ucapnya.

Hanya saja, lanjut Yuga, kenaikan harga batubara ke level US$108 per metrik ton berdasarkan harga di Newcastle, bisa menahan pelemahan IHSG lebih jauh. Sebab, penguatan harga batubara akan menambah valuasi aset saham-saham di sektor pertambangan batubara. Kenaikan harga batubra, difaktorkan ke dalam aset-aset emiten di sektor ini, paparnya.

Pada saat yang sama, saham PT Bumi Resources (BUMI), akan segera merealisasikan Initial Public Offering (IPO) anak usahanya, PT Bumi Resourses Minerlas (BRMS). Ini juga turut menggairahkan pasar. Karena itu, peluang koreksi IHSG hanya tipis awal pekan ini, imbuhnya.

Dalam kondisi ini, Yuga merekomendasikan positif saham-saham di sektor pertambangan. Saham-saham pilihannya adalah PT Adaro Energy (ADRO), PT Bumi Resources (BUMI), PT Perusahaan Tambang Bukit Asam (PTBA), dan PT Indo Tambangraya Megah (ITMG). Saya rekomendasikan buy saham-saham tersebut, pungkasnya. [ast]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s