bbri berhak akuisisi bbkp, kok … 141110

Ketimbang Diakuisisi BRI, Bukopin Lebih Senang Right Issue
Minggu, 14 November 2010 | 14:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta – Direktur Keuangan dan Perencanaan PT Bank Bukopin Tbk Tri Joko Prihanto menyatakan, banknya belum tertarik untuk diakuisisi oleh Bank BRI. Saat ini, pilihan utama adalah melakukan right issue atau penawaran saham terbatas.

“Soal akuisisi itu wacana internal BRI. Itu yang saya dengar di koran,” kata Tri saat dihubungi Tempo siang ini (14/11).

Posisi Bank Bukopin saat ini adalah melakukan upaya untuk bertumbuh. Yakni dengan meningkatkan rasio kecukupan modalnya (CAR). “Meningkatkan CAR itu bisa melalui right issue dan subdebt,” kata Tri lagi.

Tri melanjutkan, saat ini rasio kecukupan modal Bank Bukopin mencapai di kisaran 12,5-13,5 persen. Angka itu masih di atas standar nasional CAR minimum sebesar 8 persen. Dan dengan right issue atau subdebt nanti, CAR diharapkan naik hingga 16 persen.

Ia melanjutkan, untuk meningkatkan CAR hingga 16 persen, kemungkinan, Bank Bukopin bakal mengambil opsi right issue. Soal right issue ini, sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar telah menyerahkan sepenuhnya keputusan ini pada Bank Bukopin.

Tri menerangkan, right issue nanti akan menawarkan 15-20 persen dari total saham. Hitungan persentase ini diambil atas pertimbangan, jatah sisa target saham baru dari penawaran saham perdana (IPO) pada 2006 lalu.

“Tahun 2006, kami baru listing 15 persen,” katanya. Soal nilai saham, masih belum bisa dipastikan. “Angkanya, tergantung harga saham yang terbentuk,” katanya.

Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi pada Investor Summit di Jakarta pada 11 November lalu berharap right issue dapat dilaksanakan pada kuartal pertama 2011. Target dana yang diincar antara Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun.

Menurut Glen, PT Jamsostek berminat untuk menyerap right issue ini. Selain right issue, opsi lain adalah subdebt. Tri mengungkap, Bukopin berminat untuk menerbitkan subdebt sebesar Rp 500-1 triliun.

Dihubungi terpisah hari ini, Direktur Utama PT Bank BRI Tbk Sofyan Basir membenarkan, Bank Bukopin memang belum tertarik dengan penawaran akusisi 50 persen lebih saham yang ditawarkan banknya.

Sikap ini, kata Sofyan, sudah ditunjukkan pihak Bukopin sejak pertemuan terakhir pada dua bulan yang lalu. “Mereka masih tetap right issue, kami inginnya jadi investor strategis,” terang Sofyan.

FEBRIANA FIRDAUS | FAMEGA SYAFIRA

Penjualan Saham Bukopin Dapat Restu Pemerintah
Jum’at, 12 November 2010 | 21:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta -Pemerintah merestui keinginan PT Bank Bukopin Tbk melepas saham melalui penawaran saham terbatas. “Bukopin sepertinya menolak BRI masuk, terserah mereka,” kata Menteri Badan Usaha Milik Negara Mustafa Abubakar di Jakarta, hari ini.

Sebelumnya, pemerintah pernah menyarankan agar Bukopin menerima tawaran akuisisi dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Bank Bukopin berencana menjual hingga 30 persen sahamnya melalui penawaran saham terbatas pada tahun 2011. “Kami membutuhkan tambahan modal agar ekspansi bisa dilakukan dengan menjaga rasio kecukupan modal,” kata Direktur Utama Bank Bukopin Glen Glenardi pada Investor Summit kemarin di Jakarta.

Glen berharap right issue dapat dilaksanakan pada kuartal pertama 2011. Target dana yang diincar antara Rp 800 miliar hingga Rp 1 triliun. Dia membuka kesempatan bagi setiap pembeli siaga untuk membeli saham tersebut. “Jamsostek menyatakan bersedia menyerap, tapi belum ada kesepakatan tertulis,” kata Glen.

Bukopin lebih tertarik dengan tawaran Jamsostek daripada incaran pihak lain, yakni Bank Rakyat Indonesia. BRI menginginkan membeli saham dengan bentuk akuisisi, padahal Bukopin menginginkan right issue.

“Kalau BRI berminat silakan, asal sesuai dengan keinginan pemegang saham,” kata Glen. Bukopin mentargetkan pertumbuhan tahun depan mencapai 25 persen. Dana hasil penawaran saham terbatas akan digunakan untuk menjaga rasio kecukupan modal minimal 12 persen.

Setelah penawaran saham terbatas Bukopin juga merencanakan untuk menerbitkan obligasi subordinasi senilai maksimal Rp 500 miliar. Waktu penerbitan masih belum ditentukan karena akan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan

FAMEGA SYAFIRA

BUMN Tak Paksa Bukopin Harus Diakuisisi BRI
BUMN masih memiliki kesempatan untuk menjadi mitra Bukopin melalui Jamsostek.
Jum’at, 12 November 2010, 16:56 WIB
Arinto Tri Wibowo, Syahid Latif

VIVAnews – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak bakal memaksa jika manajemen PT Bank Bukopin Tbk enggan diakuisisi PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Kementerian akan menyerahkan keputusan akuisisi kepada direksi Bukopin.

“Terserah Bank Bukopin saja,” kata Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat, 12 November 2010.

Menurut Mustafa, masalah akuisisi Bukopin oleh BRI sepenuhnya diserahkan kepada kedua pihak karena itu merupakan bagian dari aksi korporasi perusahaan terbuka.

Namun, bila tidak jadi masuk ke Bukopin, Mustafa mengatakan BUMN masih memiliki kesempatan untuk menjadi mitra bank yang fokus di bisnis kredit mikro tersebut.

Sebab, saat ini, PT Jamsostek sudah menjadi mitra dari anak perusahaan Bukopin yaitu di PT Bank Bukopin Syariah. Selain itu, Bukopin berencana menggelar penawaran terbatas saham atau rights issue, sehingga aksi korporasi itu bisa diserap oleh Jamsostek.

Seperti diketahui, Direktur Utama Bukopin, Glen Glenardi, memberikan persyaratan untuk perusahaan yang ingin menjadi mitranya, yakni mempunyai kesamaan visi dan keinginan.

Selain itu, Bukopin menginginkan agar rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perusahaan ke depan bisa ditingkatkan di antaranya dengan menambah modal melalui rights issue maupun penerbitan obligasi subordinasi (subdebt).

Sedangkan, BRI mengaku hanya ingin menjadi mitra Bukopin melalui mekanisme akuisisi. Usulan tersebut, ujar Glen, dianggap manajemen Bukopin tidak sesuai dengan keinginan perusahaan.

Menurut dia, akuisisi tidak secara langsung menambah posisi CAR perseroan yang saat ini berada pada kisaran 12 persen. (hs)
• VIVAnews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s