semua tumbuh termasuk UTANk … 101110

Utang pemerintah Indonesia periode Januari-Oktober 2010 tercatat sebesar Rp 1.664,43 triliun atau berarti bertambah Rp 73,77 triliun selama 10 bulan terakhir. Pada akhir tahun 2009, utang Indonesia tercatat sebesar Rp 1.590,66 triliun.

Angka itu juga berarti meningkat Rp 10.84 triliun dalam sebulan, karena pada akhir September 2010 utang Indonesia tercatat sebesar Rp 1.653,59 triliun.

Jika dihitung dengan denominasi dolar AS, jumlah utang pemerintah pada akhir Oktober 2010 mencapai US$ 186,43 miliar, naik dibandingkan akhir 2009 yang sebesar US$ 169,22 miliar.

Demikian data yang dirilis Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu yang dikutip detikFinance, Rabu (10/11/2010).

Utang tersebut terdiri dari pinjaman US$ 67,78 miliar dan surat berharga US$ 118,65 miliar. Dengan menggunakan PDB Indonesia yang sebesar Rp 6.253,79 triliun, maka rasio utang Indonesia tercatat sebesar 26%.

Sementara rincian pinjaman yang diperoleh pemerintah pusat hingga akhir Oktober 2010 adalah:
Bilateral : US$ 43,06 miliar
Multilateral: US$ 21,6 miliar
Komersial : US$ 3,06 miliar
Supplier : US$ 70 juta.

Peningkatan signifikan terjadi pada jumlah utang dalam bentuk surat berharga negara atau obligasi yang nilainya meningkat menjadi US$ 118,65 miliar, dari jumlah di akhir 2009 yang sebesar US$ 104,2 miliar.

Jumlah utang Indonesia jumlahnya terus meningkat dari tahun ke tahun, namun rasio utang terhadap PDB memang menunjukkan penurunan. Hal itu sejalan dengan terus meningkatnya PDB Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, PDB kuartal III-2010 harga berlaku tercatat naik menjadi Rp 1.654,5 triliun,

Berikut catatan utang pemerintah pusat sejak tahun 2000 berikut rasio utangnya terhadap PDB:

Tahun 2000: Rp 1.234,28 triliun (89%)

Tahun 2001: Rp 1.273,18 triliun (77%)

Tahun 2002: Rp 1.225,15 triliun (67%)

Tahun 2003: Rp 1.232,5 triliun (61%)

Tahun 2004: Rp 1.299,5 triliun (57%)

Tahun 2005: Rp 1.313,5 triliun (47%)

Tahun 2006: Rp 1,302,16 triliun (39%)

Tahun 2007: Rp 1.389,41 triliun (35%)

Tahun 2008: Rp 1.636,74 triliun (33%)

Tahun 2009: Rp 1.590,66 triliun (28%)

Oktober 2010: Rp 1.664,43 triliun (26%).

Sumber: detikcom

Perekonomian Indonesia terus tumbuh hampir mencapai 6% di tahun ini, melewati fase terendah pasca krisis ekonomi 2008/2009 lalu. Namun penerimaan negara belum optimal sehingga masih terjadi defisit anggaran yang terus ditutup lewat utang.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Center for Petroleum and Energy Economics Studies (CPEES) Marwan Batubara dalam diskusi ‘Investasi Asing dan Nasionalisme Ekonomi: Indonesia Tidak untuk Dijual’ di Hotel Century, Jakarta, Senin (8/11/2010).

“Penerimaan negara dalam APBN belum optimal. Defisit APBN terus terjadi yang menyebabkan stok utang bertambah dan menjadi beban di jangka panjang,” jelasnya.

Marwan mengatakan, dalam 4 tahun belakangan sampai 2009 lalu, jumlah utang pemerintah Indonesia terus naik 31%. Sementara penerimaan negara khususnya dari pajak, tak menunjukkan peningkatan yang signifikan.

“Setiap tahun, utang yang diperoleh Indonesia sama besarnya dengan utang yang dibayar Indonesia. Utang-utang ini juga menjerat pemerintah dengan berbagai persyaratan yang mengikat. Pencairan utang seringkali dilakukan terlambat sehingga pemanfaatannya tidak optimal,” tutur Marwan.

Seperti diketahui, utang pemerintah Indonesia periode Januari-September 2010 tercatat sebesar Rp 1.653,59 triliun. Angka ini bertambah Rp 62,93 triliun dibandingkan akhir tahun 2009 yang sebesar Rp 1.590,66 triliun.

Pada kuartal III-2010, Badan Pusat Statistik (BPS) juga mengumumkan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,8%.

Menurut Marwan, pertumbuhan ekonomi yang dibangga-banggakan pemerintah percuma jika penerimaan pajak masih melempem. Hal ini terlihat masih banyaknya persoalan yang belum bisa diselesaikan oleh Ditjen Pajak.

“Untuk masalah pajak, tax ratio masih rendah 13,7%. Sampai sekarang blm ada tindakan yang tegas dari pajak. Dan KKN masih ada di Ditjen Pajak,” tukas Marwan.

Sumber: detikcom

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s