Rupiah @8,8K, asap … 041110

Dolar Ambles, Rupiah Semakin Percaya Diri
Kamis, 4 November 2010 – 15:58 wib

Widi Agustian – Okezone

JAKARTA – Langkah The Fed menggelontori pasar dengan USD600 miliar tampak menekan dolar Amerika Serikat (AS). Alhasil, mata uang lainnya mengalami penguatan, termasuk rupiah.

Rupiah, menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) Kamis (4/11/2010) bergerak melemah ke Rp8.909 per USD dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang ada di Rp8.922 per USD.

Sementara menurut yahoofinance, rupiah bercokol di level Rp8.987,5 per USD, dengan kisaran perdagangan di Rp8.892,5-8.992,5 per USD. Sementara euro tampak menguat ke 1,4203 per USD, begitu juga dengan yen 80,995 per USD.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsih dalam risetnya menuturkan The Fed memutuskan untuk menambah USD600 miliar pembelian treasury sebagai upaya mengurangi tingkat pengangguran dan mencegah deflasi.

Nilai tersebut lebih besar dari perkiraan sebagian besar analis sebelumnya melalui survei Bloomberg yaitu sebesar USD500 miliar. The Fed akan melakukan pembelian treasury sebesar USD75 miliar setiap bulannya, hingga bulan Juni mendatang.

Pada tahap pertama yang telah dilakukan sebelumnya, the Fed telah mengeluarkan senilai USD1,7 trilliun pembelian treasury tetapi belum efektif untuk mencapai target sebagaimana yang diinginkan.

Dalam pertemuan tersebut the Fed masih mempertahankan benchmark suku bunga di 0-0,25 persen. Keputusan the Fed ini membuat Dow naik, dolar melemah melemah, dan treasury yield 10 tahun turun menjadi 2,57 persen.

Dalam jangka pendek keputusan akan membuat investor masih bertahan di emerging market termasuk Indonesia setidaknya sampai kuartal I-2011, menunggu efektivitas kebijakan tersebut. Jika ada tanda-tanda inflasi menguat, kemungkinan mulai akan terjadi ’arus balik’ modal ke AS.(wdi)

Aliran Dana Asing Mulai Berkurang
Tim Liputan 6 SCTV

03/11/2010 12:25
Liputan6.com, Jakarta: Aliran modal asing ke dalam sistem keuangan domestik, selama pekan terakhir Oktober lalu mulai berkurang. Bank Indonesia mengatakan, investor asing mulai membatasi jumlah investasinya seiring meningkatnya gejolak di pasar keuangan global.

“Hal ini terindikasi dari tipisnya inflows asing pada aset keuangan rupiah sebesar Rp0,96 triliun,” kata Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi A Johansyah di Jakarta, Rabu (3/11).

Penempatan asing pada SBI dan SUN masing-masing meningkat sebesar Rp470 miliar dan Rp430 miliar. Ini berdampak pada meningkatnya pangsa SBI asing dari 32,25 persen menjadi 32,28 persen.

Pangsa SUN asing turun dari 30,25 persen menjadi 30,20 persen dengan tambahan penerbitan baru sebesar Rp2,5 triliun pada 28 Oktober lalu.

Investor asing juga mencatat net beli saham sebesar Rp430 miliar dengan transaksi asing yang mencapai 32,28 persen dari total transaksi saham.

Bank Indonesia juga mencatat Operasi moneter (OM) pada minggu laporan mengalami net kontraksi dengan posisi piranti OM per 29 Oktober naik sekitar Rp20,7 triliun menjadi Rp60,2 triliun, sehingga total biaya operasi moneter selama Oktober menjadi Rp446,7 triliun.

Kenaikan posisi OPT disebabkan oleh kenaikan ekses likuiditas terutama bersumber dari ekspansi rekening pemerintah dan transaksi BI. (ANT/MLA)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s