perbankan saat INFLASI terkendali … 041110

Inilah Alasan BI Tahan BI Rate Selama 16 Bulan
Kamis, 4 November 2010 – 14:38 wib

Rheza Andhika Pamungkas – Okezone

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memutuskan masih akan tetap mempertahankan suku bunga BI Rate di level 6,5 persen. Ini artinya BI telah mempertahankan tingkat suku bunga selama 16 bulan berturut-turut.

Gubernur BI Darmin Nasution menilai level BI Rate sebesar 6,5 persen dinilai masih konsisten dengan pencapaian sejumlah sasaran makroekonomi seperti inflasi dan menjaga stabilitas keuangan dan mendorong intermediasi perbankan.

“Dewan Gubernur memandang level BI Rate saat ini masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi dan tetap kondusif untuk menjaga stabilitas keuangan serta mendorong intermediasi perbankan yang diperlukan bagi sisi penawaran untuk dapat merespons akselerasi di sisi permintaan secara memadai,” ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Kamis (4/11/2010).

Di tengah masih derasnya arus modal masuk dan kondisi ekses likuiditas yang cukup besar, Dewan Gubernur menegaskan bahwa pengelolaan likuiditas perekonomian merupakan hal yang lebih penting.

“Implementasi kebijakan menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) primer per 1 November 2010 telah berjalan dengan baik tanpa menimbulkan gejolak pada likuiditas perbankan,” tambahnya.

Dia melanjutkan, ke depan BI akan memperkuat manajemen likuiditas dan efektifitas kebijakan moneter melalui penerapan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk pengelolaan aliran masuk modal asing, stabilisasi nilai tukar Rupiah dan memastikan pengendalian inflasi sesuai sasaran yang ditetapkan yakni lima plus minus satu persen di 2011.(adn)(rhs)
Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan tingkat suku bunga acuannya yaitu BI Rate sebesar 6,5%. Dengan begitu selama 16 bulan berturut-turut, BI Rate berada di level 6,5%.

Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi Ahmad Johansyah dalam siaran pers, Kamis (4/11/2010).

“Keputusan diambil setelah melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap perkembangan terkini perekonomian yang secara umum menunjukkan perkembangan yang baik, tekanan inflasi menurun. Dewan Gubernur memandang level BI Rate masih konsisten dengan target inflasi,” ujar Difi.

Ke depan BI akan memperkuat manajemen likuiditas dan efektivitas kebijakan moneter melalui penerapan kebijakan moneter baru dan makro prudential untuk pengelolaan aliran modal masuk .

“Sehingga bisa memastikan pengendalian inflasi sesuai yang ditetapkan 5 plus minus 1% di 2011,” ujarnya.

Sumber: detikcom
Tekanan jual terhadap saham Telkom dan mengantisipasi keluarnya data inflasi bulan Oktober sempat membebani perdagangan bursa lokal diawal pekan kemarin. Naiknya saham perbankan yang dipicu oleh laba yang masih tumbuh dan inflasi yang rendah membuat indeks kembali menguat.

Pada perdagangan kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 9,823 poin (0,27 persen) ke level 3.645,147. Dan investor asing mencatatat penjualan bersih senilai Rp 521,3 miliar.

Naiknya harga minyak mentah diatas US$ 83 per barel dipasar Asia pagi ini karena naiknya indeks aktivitas manufaktur Cina dan adanya harapan membaiknya permintaan memberikan sentimen positif terhadap saham pertambangan.

Rendahnya data inflasi bulan Oktober kemarin 0,06 persen akan memberikan dorongan terhadap saham – saham yang sensitif terhadap inflasi dan suku bunga. Karena dengan terkendalinya ancaman inflasi membuat Bank Indonesia akan kembali mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 6,5 persen.

Analis dari PT Bhakti Securities, Edwin Sebayang mengemukakan pasar saat ini tengah menanti hasil dari pemilihan konggres AS dan seberapa besar dana yang akan dikucurkan berkaitan dengan pelonggaran kwantitatif dalam rapat Dewan Gubernur The Fed 2-3 November. “Ekpektasi dari para pelaku pasar menilai bahwa pemilihan konggres akan dimenangkan oleh Partai Republik yang cenderung pro terhadap pasar sehingga bursa bisa kembali reli,” paparnya.

Pergerakan bursa regional termasuk bursa Jakarta sepanajng pekan ini juga akan dipengaruhi oleh data – data ekonomi AS yang akan dirilis sepanjang pekan ini seperti data indeks manufaktur, klaim pengagguran, serta data tenaga kerja.

Sepanjang pekan ini indeks diperkirakan akan bergerak dalam rentang antara 3.611 hingga 3.700.

Sumber : TEMPOINTERAKTIF.COM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s