Rupiah terkerek biaya rendah … 021110

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan selama September 2010 mengalami surplus USD2,5 miliar.

Secara kumulatif surplus perdagangan Indonesia periode Januari–September 2010 secara mencapai USD13,5 miliar. Surplus perdagangan periode Januari–September 2010 tersebut meningkat 14,2% dibandingkan surplus perdagangan pada periode yang sama 2009. Surplus perdagangan selama 2010 disumbangkan oleh perdagangan sektor nonmigas yang mencapai USD14 miliar. Dalam hal ini, surplus neraca perdagangan nonmigas September 2010 merupakan yang tertinggi sepanjang 2010 yakni mencapai USD2,6 miliar.

Sumber : SEPUTAR INDONESIA
Inflasi RI dan Data China Dongkrak Rupiah
Headline
inilah.com/Agung Rajasa
Oleh: Ahmad Munjin
Pasar Modal – Senin, 1 Nopember 2010 | 17:35 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Kurs rupiah di pasar spot valas antar bank Jakarta, Senin (1/11) ditutup menguat 14 poin (0,15%) jadi 8.921/8.925 per dolar AS dari posisi pekan lalu 8.935/8.940.

Zulfirman Basir, periset dan analis senior PT Monex Investindo Futures penguatan rupiah hari ini salah satunya dipicu oleh data inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang memang tidak setinggi yang dieskpektasikan pasar dan trennya stabil.

Sebab, inflasi Oktober hanya 0,06% sehingga positif bagi perekonomian RI. “Karena itu, sepanjang perdagangan rupiah sempat menguat ke level 8.918 setelah sempat melemah ke level 8.925 per dolar AS,” katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Senin (1/11).

Selain itu, penguatan rupiah juga dipicu oleh data indeks manufaktur (PMI) China yang angkanya naik jadi 54,7 dari sebelumnya 53,8. Hal ini menandakan, peluang peningkatan ekspor RI ke negara tersebut. “Sebab, China merupakan top five mitra dagang RI,” imbuhnya.

Dia menegaskan, jika indikator manufaktur China terus tumbuh, permintaan terhadap komoditas dan barang impor lainnya asal RI juga akan meningkat. Ekspor RI pun akan semakin baik. “Karena itu, ini sangat positif bagi rupiah,” tuturnya.

Namun, penguatan rupiah awal pekan ini terbatas karena BI tidak tinggal diam, membiarkan rupiah menguat terlalu jauh.

Sementara itu, dolar AS dalam posisi melemah terhaedap mata uang utama termasuk mata uang gabungan negara-negara Eropa (euro). “Terhadap euro, dolar AS melemah ke level US$1,3970 dari posisi sebelumnya US$1,3962 per euro,” pungkas Firman. [hid]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s