maju mundur @stock split @bbri … 191010

Stock Split, Saham BRI di Kisaran Rp5.000
Aksi korporasi dapat dilakukan jika harga saham BRI berada di atas Rp10.000 per unit.
SELASA, 19 OKTOBER 2010, 13:01 WIB Antique, Nur Farida Ahniar

VIVAnews – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) akan memecah nilai nominal saham (stock split) di kisaran 1:2 hingga 1:3. Dengan aksi korporasi tersebut, harga saham BRI per unit akan berada di kisaran Rp5.000.

“Inginnya di kisaran Rp5.000. Tetapi sekarang, harga saham sudah sekitar Rp10.800. Jadi, stock slipt-nya antara 1:2 dan 1:3,” kata Direktur Utama BRI, Sofyan Basir, di Jakarta, Selasa 19 Oktober 2010.

Menurut Sofyan, awalnya stock split akan dilakukan November 2010. Namun, rapat umum pemegang saham baru dilakukan 24 November 2010, sehingga molor dari jadwal.
Dia berharap, tahun ini perseroan sudah bisa memecah nilai nominal saham tersebut. “Mudah-mudahan bisa tahun ini pelaksanaannya. Kalau tidak, ya terpaksa awal Januari 2011,” ujar Sofyan.

Seperti diketahui, BRI pernah melontarkan rencana stock split beberapa waktu lalu. Manajemen memberikan syarat, aksi korporasi dapat dilakukan jika harga saham BRI berada di atas Rp10.000 per unit dan bertahan hingga akhir tahun. (art)
• VIVAnews
BRI Yakin Aset Tembus Rp340 Triliun
Naiknya aset itu dipacu adanya siklus akhir tahun, di mana penempatan giro selalu tinggi.
SELASA, 19 OKTOBER 2010, 10:32 WIB Antique, Nur Farida Ahniar

VIVAnews – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menargetkan aset akhir tahun mencapai Rp330-340 triliun. Namun, dengan aset itu masih belum bisa menandingi PT Bank Mandiri Tbk yang mempunyai aset terbesar.

“Kalau sama Bank Mandiri asetnya masih jauh,” ujar Direktur Utama BRI Sofyan Basyir di Jakarta, Selasa 19 Oktober 2010.

Naiknya aset itu disebabkan adanya siklus akhir tahun, di mana penempatan giro selalu lebih tinggi. Selain itu, siklus pemerintah yang menempatkan dana APBN di Bank BUMN pada akhir tahun. Kenaikan itu juga didukung dengan penambahan kantor cabang.

Menurut Data Statistik Perbankan Bank Indonesia, hinga Agustus 2010 total aset BRI Rp306,76 triliun atau menguasai 11,36 persen total aset. Namun, jika dibandingkan dengan posisi Desember 2009 sebesar Rp318,44 triliun (12,73 persen) angka itu mengalami penurunan.

Dengan aset itu, BRI menduduki peringkat ke dua, di bawah Bank Mandiri yang asetnya Rp371,67 triliun.

Menurunnya Aset BRI pada Agustus dibanding Desember 2009, menurut Sofyan karena pada akhir tahun terdapat tambahan dana Rp10-12 triliun dari APBN.
“Waktu tutup buku APBN, uang negara keluar. Tapi disimpan dulu beberapa hari di BRI,” ujarnya.

Sementara itu, di bawah peringkat BRI adalah Bank Central Asia yang selama ini berada di posisi ketiga nyaris menendang BRI dengan total aset Rp305,15 triliun.
Sofyan menkui, BRI dan BCA selama ini memang kejar mengejar dari sisi aset. “Dari dulu kan salip-salipan,” ujarnya. (umi)
• VIVAnews

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s