bbri sohib wong cilik … 201010

SUKU BUNGA
Bankir Bantah Publikasi Bank Dunia
Rabu, 20 Oktober 2010 | 13:44 WIB

shutterstock

JAKARTA, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) dan kalangan perbankan menanggapi beragam hasil publikasi Bank Dunia yang menyatakan tingginya suku bunga kredit sebagai penghambat pemberian kredit ke sektor UMKM. Bank Indonesia (BI) pun tampaknya akan segera merespon hal ini. Salah satunya adalah keharusan bank mengumumkan suku bunga dasar kredit mereka.

Gubernur BI Darmin Nasution menerangkan, tujuan kebijakan ini bermaksud membuat perbankan makin transparan. “Kita nanti bisa tahu biaya-biaya perbankan yang menjadi alasan bank menetapkan bunga kreditnya,” kata Darmin beberapa waktu lalu.

Direktur Kredit PT Bank Mega Tbk Daniel Budirahaju menegaskan, salah satu kesimpulan Bank Dunia tentang suku bunga kredit ini agak keliru. Pasalnya, kata Daniel, hingga akhir Agustus 2010, suku bunga kredit bank di Indonesia terus menurun.

Daniel bilang, suku bunga itu tidak bisa menjadi satu-satunya alasan yang bisa menjelaskan bagaimana fungsi intermediasi perbankan berjalan. “Sebab, ada faktor infrastruktur, birokrasi, dan undisbursed loan,” tegasnya.

Senada, Direktur Kredit UMKM dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) BI Edy Setiyadi menegaskan, kredit menunjukkan peningkatan yang signifikan dan suku bunga terus menurun. “Data penyaluran kredit modal kerja (MKM) sampai Agustus naik 25,5 persne. Penyaluran MKM juga sudah 79 persen dari RBB (Rencana Bisnis Bank) tahunan,” tutur Edy.

Ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono menilai, pengumuman suku bunga dasar kredit tak akan otomatis membuat suku bunga kredit turun. “Jadi, BI sebaiknya tetap mempertimbangkan pasar sebagai acuan,” imbuh Sigit. (Andri Indradie/Kontan)
Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus berlari kencang. Buktinya, hingga September 2010 penyaluran kredit ini sudah mencapai Rp 7,66 triliun. Artinya, sejak program ini diluncurkan hingga saat ini sudah mencapai Rp 25,89 triliun dengan debitur 3,27 juta.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mengatakan bank penyalur terbesar KUR ini adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). “Bank BRI sudah menyalurkan KUR sebanyak Rp 6,5 triliun,” katanya.

Dengan kucuran sebanyak ini, jumlah debitur KUR BBRI sudah mencapai 3,15 juta. Sementara, pemimpin kedua penyaluran KUR ini adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebanyak Rp 1,11 triliun. BMRI berhasil menjaring debitur sebanyak 40.612 orang.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan posisi ketiga dengan jumlah kredit sebanyak Rp 829,96 miliar. Jumlah debitur BBNI ini mencapai 14.306 nasabah.

Sumber : KONTAN.CO.ID

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s