perbankan indon LIKUID … 141010

Bank amankan likuiditas
OLEH HENDRI T. ASWORO Bisnis Indonesia

BI terbitkan aturan mengenai giro wajib minimum JAKARTA: Perbankan mulai mengamankan pa- sokan likuiditas untuk mengantisipasi kenaikan giro wajib minimum awal bulan, menyusul diterbit- kannya Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 12/ 19 /PBI/2010 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum dalam Rupiah dan Valuta Asing.

Kalangan bankir mulai mencairkan likuiditas pada instrumen surat berharga dan menahan penempatan dana di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) untuk mengantisipasi kebutuhan dana dalam jangka pendek.
Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Sentot A. Sentausa mengatakan tiap bank mulai menerapkan strategi masing-masing untuk menjaga kecukupan likuiditas menjelang penerapan kebijakan GWM.

Menurut dia, dalam jangka pendek likuiditas di pasar akan berkurang sejalan dengan upaya bank menjaga kebutuhannya.

“Pasti likuiditas di pasar berkurang, tiap bank akan berusaha untuk menjaga liquidity buffernya,” ujarnya kepada Bisnis, kemarin.

Menjelang rencana Bank Indonesia menarik likuiditas di pasar untuk menekan laju inflasi dalam jangka pendek, otoritas itu menerbitkan PBI No. 12/ 19 /PBI/2010 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum pada Bank Indonesia dalam rupiah dan valuta asing Pokok kebijakan tersebut mengenai kenaikan GWM primer dalam rupiah sebesar 8% dari sebelumnya 5%. Adapun GWM

sekunder dalam rupiah sebesar 2,5% dan GWM dalam valuta asing tidak mengalami perubahan, yakni 1%.
Dalam ketentuan itu juga mengatur perhitungan GWM yang dikaitkan dengan rasio kredit terhadap dana (loan to deposit ratio/LDR). Kisaran LDR sebagai acuan batas bawah sebesar 78% dan batas atas 100%.

Bank yang memiliki LDR kurang dari batas bawah dikenakan disinsentif 0,1% terhadap kekurangan tiap 1% LDR. Bank yang LDR-nya lebih dari batas atas dikenakan disinsentif 0,2%, kecuali bank memiliki kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) 14% bebas dari penalti.

Jasa giro BI memberikan jasa giro dengan tingkat bunga sebesar 2,5% per tahun terhadap bagian penambahan kewajiban GWM primer dalam rupiah yang sebesar 3%. Bank yang melakukan kon solidasi juga mendapatkan kelonggaran pemenuhan GWM rupiah sebesar 1%.
Wadirut Bank Jasa Jakarta Lisawati mengatakan bank-bank mulai mengamankan pasokan likuiditas untuk memenuhi ketentuan GWM dengan mencairkan surat berharga seperti SBI dan surat utang negara.

“Strategi bisa macam-macam, tapi yang jelas ditempatkan di mana pun jatuh temponya harus sebelum 1 November. Beberapa bank menahan penempatan dana di SBI. Kalau kami sebelumnya sudah menempatkan dana di term deposit,” katanya.

Berdasarkan hasil lelang SBI yang digelar oleh Bank Indonesia per 13 Oktober 2010, bank sentral hanya menyerap dana dari perbankan sebesar Rp38,01 triliun dari target indikatif yang ditetapkan Rp62 triliun.

Padahal pada lelang bulan sebelumnya dana yang diserap mencapai Rp64,134 triliun,

melebihi pagu indikatif yang ditetapkan sebesar Rp60 triliun.
Direktur Bank Hana Edy Kuntardjo mengatakan tujuan dari kenaikan GWM primer untuk pengendalian inflasi dengan proyeksi menyerap likuiditas sekitar Rp50 triliun. Namun, lanjutnya, BI meminta bank tak menaikkan bunga kredit dengan meningkatkan volume kredit.

Menurut dia, untuk bank skala kecil menengah yang sumber dana masih dominan pada simpanan deposito, kebijakan tersebut pasti akan mendorong kenaikan biaya dana, sehingga bunga kredit pasti naik.

“Dampak ekspansi kredit bila dapat dilakukan tidak mampu menutup cost dari kenaikan GWM. Dalam jangka panjang dengan persaingan yang semakin tajam kebijakan ini juga akan mempersulit bank skala kecil menengah yang kemampuan modalnya terbatas,“ tegasnya. (hendri.
asworo@bisnis.co.id)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s