bbri turun, ihsg naek … 141010

IHSG Menghijau Didukung Komoditas

Oleh : Asteria
Pasar Modal – Kamis, 14 Oktober 2010 | 16:20 WIB

INILAH.COM, Jakarta – IHSG berhasil bertahan di zona hijau. Positifnya bursa regional Asia dan kenaikan harga komoditas di pasar internasional menjadi katalisnya.

Pada perdagangan Kamis (14/10), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ^JKSE ditutup menguat 6,499 poin (0,17%) ke level 3.618,478. Demikian pula indeks saham unggulan LQ45^JKLQ45 yang naik 2,284 poin (0,33%) ke level 674,729.

Indeks saham sepanjang perdagangan berada di teritori positif, meski laju penguatan di sesi dua cenderung terhambat. Di awal perdagangan, IHSG menguat 0,75% ke level 3.639. Namun, penguatan mulai tertahan, sehingga pada sesi siang bertengger di angka 3.628 dan akhirnya ditutup di level 3.618.

Analis Eko Capital Cece Ridwan mengatakan, indeks hari ini berhasil menguat, seiring positifnya bursa regional Asia dan global. Ekspektasi terhadap membaiknya laporan keuangan emiten di kuartal tiga 2010 menopang gerak indeks. “Selain banyaknya aliran dana asing yang masuk pasar, ditunjukkan dengan penguatan rupiah atas dolar AS,” ujarnya.

Bursa AS melanjutkan penguatannya selama 3 hari berturut-turut, dipicu kinerja beberapa emiten, seperti JP Morgan dan CSX Corp pada sembilan bulan di 2010 yang berada di atas ekspektasi. Juga rilisnya data cadangan devisa China yang kembali mencetak rekor tertinggi sebesar US$2,65 triliun pada September.

Hal ini didukung kenaikan harga komoditas, seiring melemahnya indeks dolar AS. Harga minyak kembali ke level US$83.7/barrel diikuti penguatan harga metal seperti timah yang naik 1% dan Nikel sebesar 1,5%. “Sentimen kenaikan harga minyak serta komoditas mengatrol pergerakan saham-saham di sektor tersebut,” ujarnya.

Perdagangan di Bursa Efek Indonesia cukup ramai, dimana volume transaksi tercatat 11,587 miliar lembar saham, senilai Rp8,951 triliun dan frekuensi 149.121 kali. Sebanyak 112 saham naik, 122 saham turun dan 77 saham stagnan.

Bertahannya indeks di zona positif, didukung aksi beli asing, yang mencatatkan nilai transaksi beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp 244,032 miliar. Dimana transaksi beli lebih besar mencapai Rp2,695 triliun dan transaksi jual Rp2,451 triliun.

Sektor tambang memimpin penguatan bursa secara persentase, dengan naik 1,3%. Disusul sektor infrastruktur yang naik 0,4%, industri dasar 0,3%, perkebunan 0,15%, manufaktur 0,04%, konsumer 0,03%dan finansial 0,02%. Sedangkan properti, perdagangan dan aneka industri masih memerah.

Beberapa emiten yang menguat antara lain PT Multi Bintang (MLBI) naik Rp25.300 ke Rp228.800, PT Indo Tambang (ITMG) naik Rp1.450 ke Rp45.100, PT Merck (MERK) naik Rp1.000 menjadi Rp86.000 dan PT Adira Multi Finance (ADMF) naik Rp800 ke Rp10.850.

Sedangkan emiten-emiten yang melemah antara lain PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS) merosot Rp600 ke Rp8.800, PT Petrosea (PTRO) terkoreksi Rp500 ke Rp34.500, PT Bukit Asam (PTBA) melemah Rp400 ke Rp20.200, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) terkoreksi Rp250 ke Rp10.750 serta PT Lippo Karawaci (LPKR) turun Rp120 ke Rp560.

Penguatan IHSG didukung bursa regional Asia yang didominasi penguatan. Indeks Shanghai naik 18,27 poin (0,64%) ke level 2.879,64, indeks Hang Seng melesat 394,48 poin (1,68%) ke level 23.852,17 dan indeks Nikkei 225 naik tajam 180 poin (1,91%) ke level 9.583,51.

Sedangkan indeks Straits Times turun tipis 4,3 poin (0,12%) ke level 3.199,70. Sementara bursa Eropa juga kebanyakan dibuka positif. Indeks CAC naik 2,2 poin ke 3.830, indeks DAX naik 36 poin ke 6.470. Sedangkan indeks FTSE dibuka turun 0,8 poin ke 5.746. [mdr]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s