bbri tumbuh pesat dan diuntungkan … 090310

Bank kakap diuntungkan persepsi nasabah
Selasa, 09/03/2010 06:42:13 WIBOleh: Hendri T. Asworo
JAKARTA (Bisnis.com) : Bank papan atas pada tahun lalu meraup untung dari persepsi pasar bahwa lebih ‘nyaman’ menempatkan dana bank besar, sehingga mendorong penggelembungan dana pada bank kakap.

Direktur Riset Infobank Eko BM Supriyanto mengatakan kenaikan aset bank-bank papan atas karena di dorong oleh kenaikan dana pihak ketiga akibat flight to quality pada semester I/2009 akibat krisis keuangan global terutama dipicu oleh rumor bahwa bank-bank menengah kecil rentan akan likuiditas.

“Dengan rumor itu terjadi segmentasi, bank-bank papan diuntungkan karena kondisi ini, selain memang produk bank-bank papan juga diminati nasabah,” ujarnya kepada Bisnis.com, tadi malam.

Menurut dia, kondisi bank papan atas juga diuntungkan karena meningkatkan modal sendiri akibat peningkatan laba yang tajam, terutama bank pelat merah, sehingga masih bisa melakukan ekspansi kredit yang mendorong aset.

Selain itu, Eko melihat ada peningkatan likuiditas yang memicu pembelian surat berharga, seperti sertifikat Bank Indonesia dan peningkatan kredit. “Pada 2010 bank-bank papan atas makin menggenjot asetnya lewat ekspansi kredit,” katanya.

Dirut BTN Iqbal Latanro mengatakan ekspansi kredit yang mencapai kenaikan 27% menjadi Rp40,7 triliun dibandingkan dengan tahun lalu mendorong kenaikan aset perseroan, sehingga bank pelat itu masuk dalam 10 besar menggusur posisi Citibank N.A.

“Dengan pertumbuhan aset 30% menjadi Rp58,5 triliun dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp44,9 triliun membawa BTN masuk 10 besar di Indonesia,” paparnya.

Sepuluh daftar bank terbesar kini menguasai 65% pasar industri perbankan nasional menjadi Rp1.657 triliun, tertinggi dalam lima tahun terakhir sejak 2004. Penigkatan itu karena ditopang oleh lonjakan empat bank papan atas.

Berdasarkan data BI per Desember 2009, Bank Mandiri dengan aset Rp375,23 triliun menguasai 14,72% pangsa pasar perbankan. Aset bank itu melesat menjadi Rp35,05 triliun dibandingkan dengan aset pada 2008, yaitu Rp340,18 triliun.
Pertumbuhan Bank Mandiri masih kalah pesat dibandingkan BRI. Bank itu makin kokoh diperingkat kedua dengan menguasai Rp318,44 trilun, tumbuh Rp68,31 triliun dari akhir 2008.

BCA pada akhir 2009 menguasai aset Rp283,18 triliun atau 11,17% pangsa aset industri meningkat dari sebelumnya 10,68%. Demikian juga BNI yang kini menguasai 8,96% pangsa pasar dengan aset Rp226,91 triliun, membesar dari akhir 2008 hanya 8,7%.(htr)
Himpun Dana, BRI Sukses Libas BCA
Posisi tertinggi masih dipegang oleh Bank Mandiri yang menghimpun dana Rp 299 triliun.
SELASA, 9 MARET 2010, 01:18 WIB
Heri Susanto

Bank Rakyat Indonesia (BRI) (www.skyscrapercity.com)
BERITA TERKAIT
BRI Incar Pertumbuhan Kredit BUMN 25%
Bukopin Tak Tahu BRI Rencanakan Akuisisi
Dirut BRI: Industri Perbankan Pelit
BRI: Sayang Kalau Bukopin Diambil Asing
BUMN Minta BRI Fokus Akuisisi Bank Agro
Web Tools

VIVAnews – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) melibas posisi PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terkait penghimpunan dana pihak ketiga.

Data Statistik Bank Indonesia (BI) terbaru menunjukkan selama setahun pada 2009, prestasi BRI melejit bukan hanya dalam penyaluran kredit, tetapi juga dalam penghimpunan dana pihak ketiga.

Pada Desember 2008, posisi BRI berada di peringkat ketiga setelah Bank Mandiri dan BCA. Total dana pihak ketiga BRI sedangkan Rp 201 triliun, sedangkan BCA Rp 209 triliun.

Namun, setahun kemudian, BRI melibas posisi BCA. Total penghimpunan dana nasabah BRI mencapai Rp 254 triliun atau naik sebesar Rp 53 triliun atau 26 persen. Bank milik negara ini menguasai pangsa pasar sebesar 12,9 persen.

Sedangkan, total dana nasabah BCA pada periode yang sama mencapai Rp 244 triliun atau naik 16 persen. Pangsa pasar BCA sebesar 12,4 persen.

Posisi tertinggi masih dipegang oleh Bank Mandiri yang mampu menghimpun dana sebesar Rp 299 triliun dengan pangsa pasar 15,2 persen. Namun, pangsa pasar Mandiri tergerus dibandingkan tahun sebelumnya yang menguasai 15,6 persen.

Bank yang kuat di segmen usaha mikro, kecil dan menengah ini cukup agresif dalam menjalankan kegiatan-kegiatan pemasaran, termasuk melalui program Undian Untung Beliung BritAma. Dengan program ini, BRI menargetkan bisa menghimpun Rp 5 triliun dengan 800 ribu nasabah baru.

Kelebihan lain yang dimiliki BRI adalah bank dengan jaringan kantor terluas hingga pelosok desa. Saat ini, BRI memiliki jumlah jaringan lebih dari 5.400 unit kerja di seluruh Indonesia.

Tak mengherankan jika BRI merupakan satu-satunya perusahaan asal Indonesia yang masuk dalam daftar 50 perusahaan hebat di Asia versi Majalah Forbes Asia edisi Oktober 2009.

• VIVAnews

Advertisements

2 thoughts on “bbri tumbuh pesat dan diuntungkan … 090310

    1. semoga semakin membangun Indonesia menjamin pemerataan kemakmuran bagi rakyatnya, yang mayoritas maseh miskin atau di kelas menengah bawah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s