bbri nangkring nanjak nantang … neh : 151209

… updated terkini :
per Maret 2011:
10 besar Maret 2011
PER 15 FEBRUARI 2011

per Oktober 2010

https://sahambbri.wordpress.com/2010/10/18/bbri-bak-lorenzo-181010/

https://sahambbri.wordpress.com/2010/09/29/4810/

http://sahambbri.wordpress.com/2010/04/27/posisi-bbri-lumayan-doank-270410/

https://sahambbri.wordpress.com/2010/04/20/bbri-tetap-bnii-turun-200410-10-besar-bank/https://sahambbri.wordpress.com/2010/03/14/modal-lokal-terpuruk-teralihkan-140310/ sebelumnya:

https://sahambbri.wordpress.com/2010/02/14/3-besar-perbankan-indon-bbri-140210/

Senin, 21 Desember 2009 | 14:01

PERTUMBUHAN ASET PERBANKAN

BTN Masuk Kelompok 10 Bank Besar

JAKARTA. Mulai Oktober 2009, PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk kembali masuk 10 bank besar di tanah air. Aset bank yang baru saja go public, Kamis (17/12) kemarin, merupakan terbesar kesepuluh, dengan nilai Rp 52,17 triliun. Terakhir kali BTN masuk sebagai 10 bank besar pada Desember 2004.

Jumlah aset tersebut juga mengalami peningkatan signifikan dibandingkan posisi satu bulan sebelumnya yang hanya Rp 51,46 triliun. Ini juga merupakan prestasi yang cukup baik bagi perbankan Indonesia. Mengingat, selama ini, posisi bank beraset besar ke-10 selalu milik Citibank NA. “Menjelang tutup tahun 2009, BTN cukup ekspansif, baik kredit maupun dalam menghimpun dana masyarakat, sehingga aset kami pun meningkat,” kata Evi Firmansyah, Wakil Direktur BTN, pekan lalu.

Memang, setelah kuartal III 2009, BTN banyak menyalurkan kredit. Terutama kredit properti, yang mulai bergairah setelah krisis global.

Lihat saja, selama satu bulan Oktober, BTN telah menyalurkan kredit sekitar Rp 560 miliar. Total hingga akhir Oktober, kredit yang tersalurkan mencapai Rp 38,78 triliun atau tumbuh sekitar 26,83% dibanding posisi yang sama tahun 2008. Sedang dana masyarakat, selama bulan Oktober kemarin telah bertambah Rp 4,33 triliun menjadi Rp 35,18 triliun. “Ke depan, kami menargetkan bisa terus tumbuh dan selalu menduduki posisi 10 besar,” terang Evi.

Adi Wikanto kontan

CIMB Niaga Geser Danamon di 10 Besar Bank Berdasar Aset

Senin, 09 November 2009 22:07 WIB

JAKARTA-MI: PT Bank CIMB Niaga Tbk mulai menggeser posisi PT Bank Danamon Indonesia Tbk dalam peringkat sepuluh bank terbesar dari sisi aset versi Bank Indonesia per September 2009.

Pada September bank milik grup CIMB asal Malaysia ini membukukan kenaikan aset yang signifikan sebesar Rp31, 87 triliun dibanding akhir tahun lalu.

Berdasar data yang dirilis BI, Senin (9/11), penurunan posisi Bank Danamon merosot karena di bulan tersebut, bank yang fokus di mikro ini, membukukan penurunan aset sebesar Rp6,84 triliun (ytd). Sehingga, akibat kedua fenomena tersebut, posisi kedua bank bertukar tempat. Alhasil, CIMB Niaga bertengger di posisi empat, sedangkan Bank Danamon melorot ke posisi lima.

Selain kedua bank, secara umum posisi sepuluh bank besar di sisi aset tidak mengalami perubahan. PT Bank Mandiri Tbk masih bertengger di posisi puncak dengan nilai aset sebesar Rp345,51 triliun. Bank pelat merah ini menguasai 14,46 persen porsi aset perbankan secara nasional. Posisi Bank Mandiri dikuntit PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dengan nilai aset Rp273,36 triliun dan PT Bank Central Asia Tbk dengan aset senilai Rp271,83 triliun. Sedangkan, di posisi empat, bank pelat merah lainnya, BNI, kokoh dengan aset Rp201,53 triliun. Satu-satunya bank asing yang menyelinap di posisi sepuluh ialah Citibank NA dengan aset Rp53,58 triliun.

Berdasar data BI, sepuluh bank besar ini menguasai lebih dari 64 persen total aset perbankan nasional. Secara kumulatif, total aset sepuluh bank besar ini mencapai Rp1.528,87 triliun per September 2009. Menurut data tersebut, posisi aset perbankan nasional di luar perbankan syariah mencapai Rp2.388,62 triliun. Angka ini meningkat Rp4 triliun dibanding posisi Agustus 2009.

Kenaikan aset bank ini disokong pertumbuhan aset signifikan di kelompok bank devisa yang meningkat Rp16,27 triliun dari Rp899,80 triliun menjadi Rp916,08 triliun. Kendati begitu, di kelompok bank pelat merah justru mengalami penurunan aset dari Rp881,82 triliun menjadi Rp871,85 triliun atau kontraksi Rp9,96 triliun. Penurunan aset juga diderita kelompok bank campuran yang per September lalu berada di level Rp127,64 triliun lebih rendah dibanding Agustus sebesar Rp130,26 triliun.

Kendati mengalami penyusutan secara bulanan, tapi dalam kurun 2009 hingga September lalu, aset bank BUMN justru mengalami pertumbuhan. Rp24,29 triliun. Padahal, tahun ini aset bank BUMN mengalami koreksi besar karena PT Bank Ekspor Indonesia (BEI) dikonversi menjadi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Pertumbuhan aset bank BUMN sepanjang 2009 sampai September lalu tercatar dibukukan Bank Mandiri naik Rp5 triliun lebih, BRI naik hampir Rp23 triliun dan BNI meningkat hampir Rp1 triliun.

Hal sama juga dibukukan PT Bank Tabungan Negara (BTN) yang per September lalu membukukan aset sebesar Rp51,46 triliun. Angka ini meningkat pesat dibanding posisi akhir tahun lalu di level Rp44 triliun. Menurut, Direktur Utama BTN Iqbal Latanro, pertumbuhan aset bank masih terjadi di Oktober 2009. Akhir bulan lalu, aset bank yang akan segera melantai di bursa ini mencapai lebih dari Rp58 triliun.

“Penurun aset bank BUMN mungkin terjadi di bank lain. Di BTN secara bulanan tumbuh pada September. Bahkan sampai Oktober lalu, posisi aset BTN kembali meningkat deri Rp51 triliun menjadi Rp58 triliun,” tegas Iqbal.

Pertumbuhan aset ini menurut Iqbal disebabkan peningkatan kredit bank. Dia menambahkan, posisi aset bank yang fokus di segmen KPR per Agustus mencapai Rp50,63 triliun. Angka ini kemudian naik di September menjadi Rp51,46 triliun. Sehingga, BTN dipastikan bukan kontributor merosotnya aset bank BUMN di September lalu.

Sementara itu, jika dilihat secara umum, dengan perkembangan aset tersebut, BI mencatat sebanyak 11 bank memiliki aset di atas Rp50 triliun. Sedangkan, bank dengan aset di atas Rp10 triliun sampai Rp50 triliun mencapai 29 bank. Sisanya, sebanyak 55 bank memibukukan aset di atas Rp1 triliun hingga Rp10 triliun. Sedangkan, bank umum yang memiliki aset di bawah Rp1 triliun tersisa sebanyak 11 bank. (Toh/OL-7)

Rabu, 03/10/2007 12:00 WIB

10 Bank dengan Aset Terbesar

Ardian Wibisono – detikFinance

Jakarta – Bank Mandiri masih menjadi bank umum yang terbesar dari sisi aset di Indonesia. Bank Mandiri yang kini memiliki aset Rp 254,787 triliun sudah menggondol predikat aset terbesar sejak tahun 2002. Bank Mandiri saat ini menguasai 14,15% pangsa pasar total aset bank umum di Indonesia. Yang mengalami perubahan cukup signifikan adalah aset dari Citibank NA yang sebesar Rp 45,181 triliun dengan pangsa 2,51%. Citibank NA menduduki posisi ke-7, sekaligus menggeser posisi Bank Niaga yang turun ke peringkat 8. Sedangkan Bank Lippo yang pada tahun 2004 sempat masuk 10 besar bank umum dengan aset terbesar, hingga kini belum berhasil masuk kembali. Demikian data yang dikutip detikFinance, Rabu (3/10/2007). berdasarkan statistik perbankan Indonesia per Juli 2007, yang dirilis oleh Bank Indonesia. Berikut 10 besar bank umum di Indonesia: 1. Bank Mandiri, dengan aset Rp 254,787 triliun (14,15%) 2. BCA, dengan aset Rp 190,090 (10,55%) 3. BNI, dengan aset Rp 178,874 triliun (9,93%) 4. BRI, dengan aset Rp 171,947 triliun (9,55%) 5. Bank Danamon, dengan aset Rp 84,441 triliun (4,69%) 6. BII, dengan aset Rp 47,530 triliun (2,64%) 7. Citibank NA, dengan aset Rp 45,181 triliun (2,51%) 8. Bank Niaga, dengan aset Rp 44,736 triliun (2,48%) 9. Pan Indonesia Bank, dengan aset Rp 42,790 triliun (2,38%) 10. Bank Permata, dengan aset Rp 38,216 triliun (2,12%). (qom/ir)

Selasa, 12 Mei 2009 | 08:51

RANKING PERBANKAN

BI Rilis 10 Bank Terbesar Berdasarkan Aset

JAKARTA. Kemarin (11/5), Bank Indonesia (BI) merilis daftar 10 bank terbesar di Indonesia berdasarkan nilai aset. Berlandaskan data Maret lalu, ada beberapa bank yang mengalami pergeseran posisi.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), misalnya, nangkring di posisi kedua menggeser posisi PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Sebelumnya, BCA selalu menduduki peringkat kedua. Namun pada akhir Maret 2009, aset BRI melonjak melebihi BCA.

Pertukaran posisi juga menimpa PT Bank Permata Tbk dan Citibank. Adapun Standart Chartered harus tersingkir dari daftar dan memberi jalan bagi Bank Internasional Indonesia (BII) masuk lagi, setelah tergusur bulan lalu.

Direktur Utama PT BRI Tbk Sofyan Basir mengatakan, naik turun aset merupakan hal biasa bagi bank. Ia mencontohkan, setiap awal tahun aset BRI turun karena ada penarikan Dana Pihak Ketiga. Tetapi di bulan Maret dana-dana itu kembali masuk.

Kepala Danareksa Research Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, daftar BI itu bisa menjadi indikator agresivitas bank dalam menarik dana pihak ketiga dan menyalurkan kredit. ” Dari daftar itu tampak saat ini BRI yang paling agresif,” katanya.

Dyah Megasari, Arthur Gideon KONTAN

Advertisements

One thought on “bbri nangkring nanjak nantang … neh : 151209

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s